samlike.net - KPopers makin banyak, pecinta drakor juga menggila. Tapi taukah kamu, Korea selatan tidak hanya soal film dan kerennya aksi diatas panggung saja. Di sana juga menawarkan pengalaman wisata kuliner yang bikin mata dan perut tiba-tiba menjadi mode lapar berat.

Selain kimchi yang sudah populer di Indonesia, ternyata ada juga beberapa makanan khas Korea yang mirip dengan beberapa makanan yang ada di Indonesia. Dan gak cuma itu, pasar tradisionalnya juga punya keunikan tersendiri ditengah hingar bingar perkotaannya.

Di negara asal reality show Running Man ini terdapat pasar tradisional yang menjajakan berbagai macam kuliner lezat. Salah satu pasar tradisional yang ada di Korea Selatan adalah pasar Tongin. Jika dilihat dari bentuknya, jelas terlihat pasar ini bukan merupakan pasar yang baru dibangun.

Tongin Market, Pasar Tradisional Favorit Pecinta Kuliner

Pasar Tongin sudah ada sejak masa kependudukan Jepang, yaitu sejak tahun 1941. Berarti usia dari pasar yang terletak didekat Istana Gyeongbokgung ini sudah mencapai 78 tahun.

Dulunya ini adalah pasar khusus warga Jepang di Korea. Namun setelah kemerdekaan, pedagang lokal berkumpul hingga menjadi pasar besar seperti sekarang dan diisi lebih dari 75 lapak.

Pasar Tongin merupakan pasar yang sengaja dibangun ditengah pemukiman warga. Dibuat sebagai perekat hubungan antar warga, baik pasar Tongin maupun area permukiman yang ada disekitar pasar tetap dijaga dengan bersih dan indah.

Tidak cuma itu, ada lagi nih hal menarik lainnya yang akan kamu temukan kalau berkunjung ke pasar tradisional yang satu ini.

Transaksinya Menggunakan Koin Khas Korea

Di sini ada peraturan khusus bagi siapa saja yang ingin membeli makanan yang tersedia. Jadi, untuk membeli makanan, kamu diharuskan bertransaksi menggunakan koin gaya lama yang biasa digunakan untuk membeli makanan di pasar Tongin yang disebut Yeopjeon.

Kamu tidak perlu khawatir karena di sana sudah disediakan tempat penukaran koin Yeopjeon.

1 koin = 500 Won

10 koin berarti bernilai 5000 won sudah cukup untuk memenuhi kotak makan siang dosirak.

Apa itu Dosirak?

Dosirak korea, lunch box bento korea, tongin market
Dosirak adalah kotak makan siang semacam Lunch Box Bento namun ala Korea. Pada awalnya dosirak sering dibuat dirumah sebagai bekal untuk para pekerja, anak sekolah ataupun aktivitas lainnya. Seiring perkembangan zaman, kini dosirak sudah bisa kamu temui di hampir semua minimarket seperti seven eleven, alfamart, GS shop dan lain-lain.

Setelah menukar koin, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah berkeliling untuk melihat aneka jajanan yang pastinya bikin ngiler. Mulai dari makanan ringan, makanan berbahan dasar sayuran, seafood yang segar, olahan daging, sampai panganan otentik Korea pasti bikin kamu betah mampir disetiap lapak walau hanya sekedar mencicipi rasanya.

Kamu bisa menikmati makanan yang sudah dibeli sambil duduk santai dan bercengkrama disebuah tempat makan yang sudah disediakan. Maka tidak heran jika pasar ini terkenal dengan tema Dosirak Cafe. Tapi cafeteria ini cuma buka dari jam 11 siang hingga jam 4 sore aja lho.

Pasar Tongin bukanlah satu-satunya pasar tradisional yang ada di Korea Selatan. Masih ada pasar lain yang bahkan berusia lebih tua dari pasar Tongin.

Namdaemun Market

Pasar ini merupakan yang terbesar dan tertua di Korea Selatan, karena sudah beroperasi sejak tahun 1414. Jika dihitung-hitung, umur pasar ini sudah mencapai 605 tahun.

Walau sempat mengalami renovasi besar-besaran pada tahun 1946 dan dibuka kembali pada tahun 1964, Namdaemun disebut sebagai pasar yang serba ada. Mulai dari pakaian, makanan, aksesoris, kerajinan tangan, peralatan rumah tangga dan kebutuhan lainnya.

Gwangjang Market Tempat Mencari Kain dan Hanbok

Jika kamu berunjung ke Korea Selatan dan ingin membeli Hanbok sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah, sebaiknya kamu datang langsung ke pasar Gwangjang. Pasar ini digadang-gadang sebagai sentra kain tertua sekaligus terbesar di Korsel. Kamu bisa menemukan berbagai macam jenis kain dan Hanbok pada lanatai 2 di pasar permanen pertama di Korea ini.

Saat sudah lelah berbelanja, kamu bisa turun ke lantai 1 dan menikmati berbagai macam jenis makanan enak yang disajikan di sini.

Makanan Korea yang mirip dengan makanan Indonesia

Berkunjung ke pasar Tongin tentu saja kamu wajib mencoba setiap makanan yang tersaji. Tidak hanya enak, beberapa makanan khas Korea ternyata mirip dengan menu makanan yang ada di Indonesia.


  • Dakkochi mirip sate di Korea

Kzalau di Indonesia punya salah satu makanan khas yang dibakar dengan menggunakan bumbu kacang, Korea juga punya makanan serupa yang dikenal dengan Dakkochi.

Bentuknya mungkin tidak semirip sate pada umumnya di Indonesia dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Sama-sama berbahan dasar ayam namun dikombinasikan dengan sayuran dan dibalut bumbu manis pedas.


  • Japchae mirip bihun di Korea

Japchae kalau dilihat tampilannya sangat mirip dengan bihun goreng yang ada di Indonesia. Uniknya, japchae ini tidak berbahan bihun, tapi menggunakan mie berbahan dasar pati ubi. Dan harga yang ditawarkan terbilang murah yaitu senilai 2 koin Yeopjeon, seharga 1000 won atau sama dengan Rp. 11.600,-.

Jika berbicara soal rasa, japchae mempunyai rasa yang lebih manis dengan tekstur yang lebih kenyal jika dibandingkan dengan bihun goreng.

Ada cerita menarik dari makanan japchae ini. Ternyata makanan ini sudah ada sejak abad ke-17 dan merupakan makanan kesukaan dari Raja Gwanghaegun yang berkuasa pada saat itu. Namun japchae masa itu masih merupakan sayuran dan belum menggunakan soun seperti sekarang. Diawal abad ke-20 barulah ditambahkan soun.


  • Tteokbokki mirip cilok di Korea

Kalau makanan korea berbahan tepung beras yang satu ini mirip dengan cilok. Tteobokki merupakan makanan rakyat yang banyak dijual di Pojangmacha.

Meski secara bentuk terlihat berbeda, tandingan cilok ini sama-sama berwarna putih.\, memiliki rasa yang gurih, bertekstur kenyal, dan diolah dengan saus. Bedanya, saus tteobokki menggunakan pasta cabai korea, sedangkan cilok biasanya disantap dengan saus kacang. Oh iya, tteobokki di Korea lebih besar daripada tteobokki yang ada di Indonesia.


  • Jeon mirip bakwan di Korea

Kalau kamu suka nonton drama korea, makanan ini sering banget muncul dalam salah satu scene-nya. Jeon seringkali disebut pencake-nya Korea, kalau di Indonesia mirip bakwan yang dijual di warung-warung makan.

Penamaan jeon disesuaikan isian yang digunakan untuk membuatnya. Misalnya pajeon untuk campuran jeon dengan daun bawang.

Jeon dapat dimakan sebagai cemilan ataupun sebagai lauk untuk disantap bersama nasi. Selain berisi daun bawang, ternyata jeon punya variasi jeon yang populer dengan nama yang beragam.

    • Yachaejeon (jeon sayuran)
    • Buchujeon (jeon cabai)
    • Hwajeon (jeon manis bercampur bunga)
    • Bindaetteok (jeon kacang hijau)
    • Pajeon (jeon daun bawang)
    • Kimchijeon (jeon kimchi)


Sajian Makanan Layaknya di Warteg

Warteg identik dengan penyajian makanan yang beragam diatas piring-piring dalam kondisi sudah matang. Jadi, pembeli bisa langsung melihat makanan yang ingin dimakan. Nah di pasar Tongin ini ada penjual yang menjajakan makanannya seperti penjual makanan di warung tegal. Bedanya di sana terdapat berbagai macam olahan kimchi yang memang suka menjadi makanan pendamping di Korea Selatan.

Minuman Khas Legendaris Korea

Mencoba berbagai makanan khas Korea tentu belum lengkap rasanya jika tidak mencoba minuman khasnya. Terbuat dari beras dan air rendaman gandum, memberikan rasa segar dan manis.

Kalau kalian berencana berkunjung atau berlibur ke Korea Selatan, jangan lupa sambangi pasar tradisionalnya untuk merasakan otentiknya rasa Korea Selatan sambil berbaur dengan warga lokal yang penuh kehangatan. Tolong dishare ke sosmedmu ya, grups whatsapp juga boleh kok, terima kasih. :)

Post a Comment