samlike.net - Beberapa waktu kemarin presiden Joko Widodo memastikan jika rencana pemindahan ibukota Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan benar-benar akan terwujud. Sebelumnya, pada tanggal 7 dan 8 mei 2019, presiden Jokowi telah mengunjungi dua tempat di pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi sebagai lokasi untuk ibukota. Yakni bukit Soeharto di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan Bukit Nyuling di kec. Manuhing, kab. Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Rencana memindahkan ibukota negara yang saat ini akan terwujud bukan merupakan keputusan yang diambil secara terburu-buru oleh presiden Jokowi. Bahkan gagasan pemindahan ibukota ini sudah muncul sejak era presiden Soekarno. Beliau ingin memindahkan ibukota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, karena memiliki wilayah yang cukup luas, strategis, dan relatif aman dari bencana alam.

Selain itu, kondisi Jakarta yang kini menjadi pusat pemerintahan dan bisnis itu sudah dinilai tidak menunjang lagi. Inilah beberapa faktor yang menjadi alasan kuat pindahnya ibukota.

Alasan ibukota pindah dari Jakarta

pindah ibukota indonesia
image: liputan6.com
  • Sampah
Menjadi pusat pemerintahan, bisnis, bahkan menjadi kota untuk mengadu nasib, Jakarta mempunyai masalah serius disektor sampah. Bahkan sampah yang menumpuk di Indonesia khususnya di Jakarta ini hingga mendapat kritik dari beberapa public figure dunia seperti aktor Hollywood Leonardo DiCaprio.

"Indonesia berada diperingkat kedua polusi plastik terbesar di dunia setelah Cina dengan laporan menghasilkan 187,5 ton sampah plastik per tahun."

  • Macet
Semakin banyaknya orang hidup di Jakarta, kemacetan pun menjadi masalah yang sukar diatasi di Jakarta. Diduga kerugian atas lalu lintas yang macet ini bisa mencapai 100 Triliun per tahun.

"Menurut TomTom Traffic Index, Jakarta menempati posisi ke-7 sebagai ibukota termacet dari 403 kota besar yang ada dibelahan dunia pada tahun 2018."

  • Polusi Udara
Selain kemacetan, polusi udara menjadi ancaman lain yang tak kalah pentingnya. Bahkan kualitas udara Jakarta saat ini sangat mengkhawatirkan hingga disebut kota paling berpolusi di dunia. Dan aspek yang menyumbang polusi terbanyak di Jakarta ini adalah kendaraan bermotor hingga 47%.

"Menurut hasil penelitian, masyarakat telah mengeluarkan Rp. 51,2 Triliun hanya untuk mengobati penyakit yang timbul akibat pencemaran udara."

  • Bencana Alam
Padatnya hunian penduduk di Jakarta juga memunculkan masalah baru dikarenakan besarnya beban bangunan dan penurunan tanah akibat penyedotan air yang berlebih. Bahkan menurut riset tim ahli (Geodesi) Institut Teknologi Bandung, 95% daerah di Jakarta Utara diprediksi akan tenggelam pada 2050.

"Jakarta berpotensi diguncang gempa besar dari megathrust atau patahan lempeng naik dan juga Tsunami."

Dengan berkunjungnya presiden Jokowi ke wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bersama kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, sudah hampir dipastikan ada dua wilayah yang menjadi kandidat kuat untuk ibu kota Indonesia yang baru yaitu Bukit Soeharto atau Bukit Nyuling.

Kelebihan Bukit Soeharto, Kaltim

Kandidat pertama adalah wilayah Bukit Soeharto di Kaltim. Setelah peninjauan langsung, wilayah ini memiliki keunggulan infrastruktur pendukung sehingga dapat menghemat biaya pembangunan, apabila nantinya ditetapkan sebagai ibukota baru Republik Indonesia.

  • Bukit Soeharto berada di sisi Timur titik KM 35 jalan tol Balikpapan-Samarinda.
  • Adanya airport di Balikpapan dan Samarinda juga menjadi nilai plus karena tidak perlu membangun airport baru.
  • Lengkapnya transportasi udara, darat dan laut.
  • Wilayah di Kalimantan Timur ini memiliki jaringan energi dan air bersih yang cukup memadai.
  • Sebelum menjadi taman hutan raya pada oktober 2004, bukit Soeharto lebih dulu berstatus taman wisata alam yang ditetapkan tahun 1991.

Kekurangan bukit Soeharto

  • Ketersediaan lahan di wilayah bukit Soeharto ini masih terbatas, rawan banjir, serta sumber air tanah yang masih rendah.


Kelebihan bukit Nyuling, Kalteng

  • Pemprov Kalimantan tengah menyiapkan lahan 300 Hektare untuk pusat pemerintahan
  • Memiliki bandara Tjilik Riwut
  • Minim poteni gempa bumi dan banjir
  • Minim risiko konflik karena wilayah tersebut tidak berbatasan langsung dengan batas negara

Kekurangan bukit Nyuling, Kalteng


  • Wilayah di Kalimantan Tengah ini memiliki kelemahan yang cukup signifikan, seperti belum memiliki kesiapan infrastruktur.


Konsep Ibu kota Indonesia yang akan datang

Kepastian pemindahan ibukota memang sudah pasti meski belum dipustukan di wilayah mana. Namun rencana pembangunan ibukota baru sudah dipikirkan dari sekarang.

Menurut kepala Beppenas, ibukota yang baru nantinya akan dibangun dengan konsep kota hijau dan tidak seramai Jakarta.

Ibukota Indonesia yang baru akan memanfaatkan energi terbaru dan tidak lagi menggunakan energi fosil.

Oleh karena itulah, dalam rancangan Bappenas, ibukota di pulau Kalimantan memiliki konsep Green, Smart, Beautiful & Sustainable. Dan total biaya yang dibutuhkan diprediksi lebih dari 400 Triliun Rupiah.

Meniru Brazil?

Salah satu kiblat perencanaan ibukota baru ini akan mengarah ke Brazilia. Ibukota Brazil itu dirancang dan dibangun dengan rencana yang matang, tata wilayah terstruktur dan bahkan sudah futuristik. Brazil berhasil menciptakan pusat pemerintahan dengan tambahan kota-kota satelit yang berada disekitar ibukota Brazil tersebut.

Brazil menjadi salah satu negara yang berhasil memindahkan ibukotanya sejak 60 tahun lalu

Bukti Pemerataan dan Tidak Jawa Sentris Lagi

Denyut perekonomian Indonesia saat ini memang masih terpusat di DKI Jakarta atau secara umum di pulau Jawa. Dengan kondisi seperti itu, tak heran jika ada ketimpangan perekonomian yang begitu cepat. Hal itu pun membuat banyak orang nekad mengadu nasib di pulau Jawa, sehingga hampir 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa.

Pulau jawa menjadi rumah bagi 150 juta orang Indonesia dari total penduduk sekitar 250 juta orang lebih.

Diharapkan dengan adanya pemindahan ibukota ini bisa terjadi pemerataan dan tidak menjadi Jawa sentris lagi.

Bagaimana Nasib PNS di DKI Jakarta?

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokrasi, pindahnya ibukota ini harus diikuti dengan pemindahan PNS kementrian dan lembaga pusat yang jumlahnya bisa mencapai 1 juta orang. Namun pemindahan ini baru direncanakan pada tahun 2024 setelah fasilitasnya selesai dibangun.

Pusat bisnis tetap di Jakarta? atau beralih ke Kalimantan?

Meski bertajuk pemindahan Ibukota, dalam prosesnya tidak akan membawa seluruh aspek yang sudah terbangun di Jakarta. Pasalnya ibukota baru di Kalimantan hanya akan menjadi pusat pemerintahan saja. Sedangkan aktivitas bisnis dan keuangan, seluruhnya masih akan terpusat di Jakarta.

Sejumlah kantor pusat perekonomian seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal masih tetap di Jakarta.

Hal seperti itu sudah dilakukan oleh Australia, setelah pusat pemerintahan pindah ke Canberra, ibukota Australia terdahulu yakni Sydney tetap menjadi kota yang berfungsi sebagai roda penggerak utama ekonomi mereka.

Hutan Kalimantan sebagai Paru-Paru Dunia Akan Lenyap?

Wacana pemindahan ibukota yang direncanakan akan terealisasi pada 2024 mendatang ini membuat sejumlah pihak khawatir. Pasalnya, dengan adanya pembangunan tersebut, hutan Kalimantan yang menjadi paru-paru dunia ini berisiko terancam berkurang bahkan lenyap.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah memastikan pembangunan ibukota baru tidak akan merusak wilayah Kalimantan. Tetapi justru akan meningkatkan kualitas hutan yang rusak akibat penebangan dan penambangan.

Selain menata dengan konsep Forest City, ibukota baru itu pun dibangun berdasarkan filosofi Pancasila dengan 5 vanue yang memuat berbagai keragaman di Indonesia.

Segala tindakan pasti ada kelebihan dan kekurangannya, tinggal bagaimana kita meminimalisir risiko yang mungkin akan terjadi. Tapi disini kami menghimbau kepada siapa saja untuk percaya kepada pemerintah dengan segala keputusannya. Toh wacana ini sudah ada sejak era presiden Soekarno.

Bagaimana menurut anda? Setujukah kalau ibukota pindah dari Jakarta ke Kalimantan? tulis di kolom komentar ya.

Post a Comment