samlike.net - Sebelum menjadi youtuber besar, kita harus melewati yang namanya menjadi youtuber pemula. Bukan bermaksud mengecilkan, tapi namanya orang baru terjun ke suatu bidang ya wajar kan kalau disebut pemula.

Selain banyak yang harus dipelajari, kita juga mesti memahami bahwa semakin besar pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Dalam hal ini kita asumsikan angin sebagai haters.

"Tapi kan saya masih pemula, mana mungkin ada haters, video aja baru dua"

Haters yang saya maksud disini bukanlah haters yang sering kita lihat di media sosial. Melainkan haters dari dalam diri kita sendiri yang berupa "ketakutan".

Mungkin terdengar aneh dan sepele, tapi 3 haters ini sudah banyak menggugurkan mimpi orang-orang yang ingin menjadi youtuber sukses.

Kesalahan Youtuber Pemula

1. Merasa peralatannya tidak memadai

Haters pertama akan membuat kamu merasa kurang dari segi peralatan. Banyak orang yang akhirnya gagal terjun ke Youtube karena hal ini.

Dari buku yang saya baca, poin ini dipicu karena kebiasaan kita dari kecil. Kita terbiasa menonton film di TV dengan standar kualitas yang sudah ditentukan.

Ditambah apabila sering menonton video di youtube, dan melihat video-video yang kualitas gambar dan suaranya seperti di TV, tentu hal tersebut akan membuat mental kita semakin jatuh.

Padahal, sebenarnya youtube tidak mempedulikan tentang hal itu.

Buktinya apa, Youtube memberikan kebebasan kepada siapapun untuk membuat konten dan mengunggahnya ke Youtube tanpa dibebani standarisas kualitas video tertentu.

Sederhananya, berapapun resolusi video kamu, kamu akan tetap bisa mengunggahnya ke Youtube.

Tinggal kitanya mau apa tidak untuk mencoba

Jangan sampai kita terjebak di dalam golongan orang-orang yang hanya menunggu punya alat yang memadai baru mau memulai..ini yang salah. So, just do it!


2. Ketakutan tentang penampilan dan suara

Setelah membuatmu minder pada peralatan, Haters kedua akan memunculkan rasa minder pada penampilan. Merasa kurang tampan/cantiklah. Merasa suara yang fals atau cemprenglah. Hingga merasa postur tubuh tidak ideal.

Secara alamiah orang tidak ingin terlihat jelek dimata orang lain.

Percaya atau tidak, ada satu fakta bahwa manusia tidak pernah suaranya sendiri ketika berbicara. Ketika kamu berbicara, suara yang kamu dengar, berbeda dengan suara yang didengar oleh lawan bicaramu.

Lanjut ke video..misalnya ada contoh kasus 2 video di bawah ini..

Video pertama
Kontennya tentang rekaman kerusuhan yang mengakibatkan banyak kerusakan fasilitas umum. Video tersebut direkam menggunakan kamera hp, posisi hp tegak (portrait), gambar goyang-goyang, sumber suara ramai (membingungkan).

Video kedua
Kontennya tentang seseorang yang membuat video review hp terbaru. Video tersebut direkam menggunakan kamera Sony Cyber-shot RX100 IV (Mirrorless), Gambar super jernih, Suara sangat jelas hasil rekaman Rode nt1-a, ditambah kata-kata yang tersusun dengan rapi.

Ketika di unggah (walaupun secara teknis kualitasnya berbeda), kedua video tersebut akan tetap mendapatkan banyak viewers. Bahkan dalam waktu singkat, viewer video pertama bisa lebih tinggi daripada video ke-2.

Kok bisa?

Karena Youtube sendiri bukan bicara bagaimana suaramu atau penampilanmu, tapi bicara mengenai kontenmu menarik atau tidak. Menjawab rasa penasaran orang atau tidak.

3. Ketakutan akan penolakan

Kalah sebelum berperang mungkin cocok disematkan untuk poin ini. Belum apa-apa sudah takut duluan dengan jumlah viewer yang sedikit. Takut kebanjiran dislike. Takut juga kepada komentar-komentar pedas netizen.

Ini lumrah terjadi dan membuat beberapa diantara mereka memutuskan untuk berhenti membuat video.

Mendapatkan viewer yang langsung ratusan ribu itu bukan hal mudah. Perlu proses yang membutuhkan konsisten dalam berkarya.

Ya selama kontenmu tidak melanggar aturan negara dan lingkungan masyarakat sebenarnya tidak ada masalah.

Ya kalau pun ada yang dislike atau komentar juga pasti masih dalam kewajaran, bukan komentar yang menyerang.

***
Semoga setelah membaca poin penting di atas memberikan suntikan semangat untuk lebih giat membuat konten yang bermanfaat dan menghibur. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.