samlike.net - Benarkah darah haid termasuk makanan jin? Ada sebagian masyarakat meyakini bahwa saat haid adalah saat yang rentan wanita untuk diganggu jin. Sampai-sampai ketika membuang pembalut, banyak wanita tidak berani membuangnya dalam keadaan kotor.

Pembalut dibuang setelah dicuci bersih. Inilah yang membuat kebiasaan sebagai wanita. Mereka meyakini jin itu menyukai darah kotor, bahkan ada yang mengatakan darah haid itu sebagai santapan/makanan jin. Terima kasih khazanah islam trans 7 telah membahas ini.
darah haid bukan makanan jin, tulang

Apakah memang demikian?

Berdasarkan sumber dari Nabi Muhammad SAW, jin memang menyukai tempat-tempat yang kotor dan lembab, akan tetapi tidak ada keterangan dari Nabi Muhammad SAW atau dalam Al-Qur'an bahwa jin itu menyukai bahkan suka menyantap darah kotor seperti darah haid.

Wallahu'alam, karena masalah ini masalah haid yang tidak bisa dijelaskan secara detil kecuali ada keterangan dari Nabi Muhammad SAW atau Al-Qur'anul Karim..

Ada fakta yang cukup mengherankan tapi nyata, karena disampaikan Nabi Muhammad SAW bahwa jin termasuk pula Syaitan yang melakukan aktivitas makan dan minum layaknya manusia.

Suatu ketika Abu Hurairah r.a membawakan pada Nabi Muhammad SAW wadah berisi air wudhu dan hajat beliau.

Ketika ia membawanya, Nabi Muhammad SAW bertanya, "siapa ini?"

"Saya Abu Hurairah" jawabnya,

Beliau pun berkata, "Carilah beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci. Dan jangan bawakan padaku tulang dan kotoran."

Abu Hurairah berkata, "Kemudian aku mendatangi beliau dengan membawa beberapa buah batu dengan ujung bajuku, hingga aku meletakannya disamping beliau dan aku berlalu pergi. Ketika beliau selesai buang hajat aku pun berjalan menghampiri beliau dan bertanya, ada apa dengan tulang dan kotoran?"

Beliau bersabda, "Tulang dan kotoran merupakan makanan jin. Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi utusan rombongan jin dari Nashibin dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku, lalu aku berdoa kepada Allah SWT untuk mereka agar tidaklah melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatnya sebagai makanan." (HR Bukhari)

Baca juga: Perbedaan Definisi Surga Versi 4 Agama Terbesar di Indonesia

Begitu pula dalam hadits lainnya dari Abdullah bin Mas'ud disebutkan,

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian beristinja' (membersihkan kotoran pada dubur) dengan kotoran dan jangan pula dengan tulang karena keduanya merupakan bekal bagi saudara kalian dari kalangan jin." (HR. Tirmidzi)

Juga diceritakan dalam hadits lainnya bahwa setan makan dengan tangan kiri, sedangkan kita  diperintahkan menyelisihi setan dalam hal tersebut.

Dalam Shahih Muslim dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma,

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Ketika minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)


Keterangan Nabi Muhammad SAW ini menunjukan setan itu makan dan minum.


Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian memasuki rumahnya, lalu ia berdzikir pada Allah ketika memasukinya dan ketika hendak makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), "Sungguh kalian tidak mendapat tempat bermalam dan tidak mendapat makan malam."

Namun ketika seseorang memasuki rumah dan tidak berdzikir pada Allah, setan pun berkata (pada teman-temannya), "Akhirnya, kalian mendapatkan tempat bermalam."

Jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan pun berucap (pada teman-temannya), "Kalian akhirnya mendapat tempat bermalam dan makan malam." (HR. Muslim)

Sebagaimana manusia terlarang memakan daging yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, maka sama halnya dengan  jin beriman. Rasulullah SAW menjadikan pada mereka makanan berupa tulang yang disebut nama Allah. Jin beriman tidak boleh meninggalkan penyebutan bismillah, sedangkan setan jadi menghalalkan yang tidak disebut nama Allah.

Oleh karena itu, sebagian ulama berdalil bahwa bangkai merupakan makanan setan karena bangkai itu berasal dari hewan yang disembelih tanpa disebutkan bismilah.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya setan, mereka makan yang tidak diawali dengan bacaan basmalah." (HR. Muslim)

Dengan demikian, jin itu memakan makanan tertentu seperti yang disebutkan Nabi Muhammad SAW.

Wallahu'alam.