samlike.net - Hebohnya sinetron religi bertema 'azab' membuat banyak pihak tidak nyaman, apalagi netizen yang akhirnya beramai-ramai menyindir program tersebut melalui meme-meme yang menghibur.

Memang mirip koran kuning, mereka menyajikan sesuatu yang bombastis tapi cerita-cerita azab yang disajikan terkesan mengada-ada dan seolah dicocok-cocokan sesuai dengan perbuatan sang tokoh semasa hidupnya.
Meme Sinteron Azab Lucu
Dampaknya pun cukup besar, tak sedikit orang yang percaya dengan sajian cerita-cerita azab itu. Lalu apakah memang azab dan hukuman Allah itu selalu terjadi di dunia(?).

Disini ada dua permasalahan.

Permasalahan Pertama

Cerita-cerita tersebut menggambarkan seolah azab itu selalu ditimpakan di dunia. Padahal tidak demikian, sebab secara umum ada 3 macam azab. Yaitu, azab yang Allah berikan di dunia, azab kubur dan azab akhirat.

Adapun azab yang Allah segerakan di dunia, tidak terjadi pada semua orang yang berbuat dosa, melainkan dosa-dosa tertentu. Dan itupun juga tidak selalu ditimpakan, terkadang ada yang ditangguhkan hingga di akhirat.

Diantara perbuatan-perbuatan dosa yang disegerakan azabnya oleh Allah SWT adalah:

1. Orang yang berbuat dzalim dan durhaka pada orang tua.

Rasulullah SAW bersabda,
"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia, kedzoliman dan durhaka (pada orang tua)." (HR. Hakim)

Hal ini dikarenakan terkabulnya do'a orang tua, apalagi disaat orang tua terdzolimi, kemudian ia menengadahkan tangannya ke langit lalu mengadukan sakit hatinya kepada Allah. Maka do'a orang tua ini akan bergerak dan berhembus menuju angkasa, menembus awan, mencapai langit dan di aamiinkan oleh para malaikat, kemudian Allah Ta'ala mengabulkannya.

Rasulullah SAW bersabda,
"Tiga do'a yang tidak tertolak: "do'a orang tua, do'a orang yang berpuasa dan do'a orang yang terdzolimi." (HR. Baihaqi)

Rasulullah SAW juga bersabda,
"Takutlah terhadap do'a orang yang terdzolimi, karena ia akan terbang di atas awan, kemudian Allah berkata: 'demi kemuliaan dan kebesaran-Ku, Aku pasti menolongmu meskipun setelah berlalunya waktu." (Shohih Al-Jami' : 117)

Rasulullah SAW juga bersabda,
"Takutlah terhadap do'a orang yang terdzolimi, karena ia akan terbang menuju langit." (Shohih Al-Jami' : 118)

Hal ini juga menunjukan betapa agungnya hak kedua orang tua kita, sampai-sampai Allah meletakan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua setelah kewajiban menyembah kepada-Nya.

Allah Ta'ala berfirman,
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu." (QS. An-Nisa' : 36)

Baca juga: Allahu Akbar, Ternyata Hewan Ini Bisa Mendengar Siksa Kubur

2. Orang yang rakus dan tamak terhadap dunia.

Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya. maka Allah akan jadikan kekayaan ada dalam hatinya, Allah himpun kekuatannya, dan dunia akan menghampirinya, sedang ia tidak menginginkannya, dan (sebaliknya) barangsiapa menjadikan sebagai cita-citanya, Allah jadikan kefakiran ada di depan matanya, Allah cerai beraikan urusannya dan dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang sudah Allah takdirkan untuknya." (HR. At-Tirmidzi)

3. Orang yang mengabaikan mencegah keburukan dan menyeru kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya jika manusia melihat orang yang berbuat dzolim kemudian tidak mencegahnya, maka dikhawatirkan Allah akan mengirim adzab kepada mereka secara merata." (HR. Abu Dawud)

Rasulullah SAW juga bersabda,
"Demi Allah dan jiwaku ada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau jika tidak, hampir dipastikan Allah akan mengirim Adzab untuk kalian." (diriwayatkan At-Tirmidzi)

4. Orang yang sombong.

Dosa ini akan dibalas di dunia dan di akhirat, karena sifat ini dapat mengundang murka Allah Ta'ala.

Rasulullah SAW bersabda,
"Allah 'Azza Wa Jalla berkata, 'kemuliaan adalah sarung-Ku dan kesombongan adalah selendang-Ku, maka barangsiapa menyaingi-Ku dalam satu di antara dua hal tersebut, Aku akan mengadzabnya'." (HR. Muslim)

Tidak hanya cukup di sini, bahkan Allah pun menyegerakan balasan bagi orang yang berbuat sombong dengan menjadikannya dalam kehinaan, sebagaimana disabdakan Nabi SAW,

"Tidaklah seorang hamba kecuali di atas kepalanya ada hakamah (kinayah untuk kehormatan atau kedudukan) yang berada di tangan malaikat, maka jika hamba tadi rendah hati (tawadhu') maka dikatakan kepada malaikat: 'angkatlah kedudukannya' dan jika dia sombong maka dikatakan kepada malaikat: 'rendahkan dirinya'." (HR. Thobroni)

Perbuatan lain yang tak kalah penting yang membuat Allah bisa menurunkan azabnya selama pelakunya masih hidup di dunia adalah orang yang memutuskan tali silaturrohim, khianat dan berdusta.

Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya di dunia dan juga disimpan di akhirat dibandingkan dosa memutus silaturrohim, khianat dan juga berdusta, dan sesungguhnya amalan ketaatan yang paling disegerakan pahalanya adalah menyambung silaturrohim, sesungguhnya dengan silaturrohim keluarga akan bahagia, harta akan melimpah, dan jumlah keluarga akan bertambah, jika mereka saling menyambung tali silaturrohim." (Shohih Al-Jami' : 5591

Rasulullah SAW juga bersabda,
"Tali silaturrohim bergantung di Arsy, kemudia ia berkata: 'barangsiapa menyambungku maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya'." (HR. Muslim)

Selain dosa-dosa ini, kebanyakan azab akan Allah perlihatkan di akhirat. Begitu pula Allah akan memberikan kenikmatan akhirat sebagai balasan dari hamba yang taat selama di dunia.

Permasalahan Kedua

Wujub azab dalam cerita-cerita azab itu digambarkan secara spesifik, padahal tidak ada seorangpun yang tau bagaimana seseorang akan diazab. Sebab itu masuk ke dalam ranah ghaib. Artinya, hanya Allah sendiri yang tahu bagaimana Dia akan membalas perbuatan hambanya, baik itu di dunia, di alam kubur maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman,
"(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu." (QS. Al-Jin : 26)

Maka kebanyakan cerita azab itu lebih terkesan mengada-ada. Lalu jika memang demikian, bagaimana jika rekayasa azab itu ternyata mempengaruhi orang lain hingga mempercayainya.

Barangkali ada maksud baik dari pembuatan cerita, yaitu untuk mencegah masyarakat dari perbuatan-perbuatan buruk dan terhindar dari azab Allah. Namun, jika sampai menyampaikan kabar yang tidak benar tentang agama, maka sama dengan menyebar berita bohong.

Dan berbohong atas nama agama adalah perbuatan tercela, bahkan bisa jadi dosa besar. Sebab Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya,

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Israa' : 36)

Imam Asy Syinqithi menuturkan, dalam ayat ini Allah melarang manusia mengikuti sesuatu yang dia tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.

Termasuk di dalam hal ini adalah orang yang berkata 'saya telah melihat' padahal dia belum melihatnya, 'saya telah mendengar' padahal dia belum mendengarnya, 'aku tahu' padahal dia tidak mengetahuinya.

Demikian pula orang yang berkata tanpa ilmu dan yang mengerjakan amalan tanpa ilmu juga tercakup dalam ayat ini.

Dengan demikian, berbohong dan menyebarkan kabar bohong bukan hanya merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena membuat pelakunya berdosa dan akan dimintai pertanggung jawaban ketika  di akhirat nanti. Apalagi jika kebohongan itu tentang masalah agama.

Wallahu A'lam.