samlike.net - Seringkali kita melihat seorang ibu yang meniup makanan lalu menyuapkannya kepada anaknya. Bahkan orang dewasa juga sering melakukannya, misal ketika minum teh, kopi panas yang secara refleks akan meniupnya sebelum diminum.

Tapi tapi tapi, cara demikian tidaklah dibenarkan dalam Islam. Bukan Islam namanya jika tidak memberikan aturan hidup yang universal. Seluruh aturannya bermanfaat untuk kehidupan yang sehat dan aman. Salah satunya adalah aturan larangan meniup makanan dan minuman yang masih panas.
Hadits larangan meniup makanan panas dalam Islam
Terdapat beberapa hadits yang menunjukan larangan meniup makanan atau minuman. Diantaranya hadits dari Abu Qatada (r.a.), Rasulullah SAW bersabda,

"Apabila kalian minum janganlah bernafas di dalam gelas dan ketika buang hajat janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan." (HR. Bukhari 153)

"Jadi gini akhi, makanan minuman itu adalah rezeki dari Allah SWT yang perlu kita syukuri. Nah, salah satu cara kita bersyukur kepada Allah, makanlah kita, minumlah kita dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satunya makruh hukumnya, kalo makanan tuh kita tiup, minuman kita tiup kalo panas, itu makruh." - ungkap Syekh Fikri Thoriq

Dan hadits dari Ibnu Abbas (r.a.), "Nabi SAW melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas." (HR. Ahmad 1907 Turmudzi 1888 dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

An-Nawawi mengatakan larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab, karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya.

Baca juga: Cinta Nabi Muhammad SAW? Kenali Nama-Nama Anggota Keluarganya

Dalam Islam, kebiasaan ini tidak dibenarkan oleh Nabi SAW sekitar 14 abad lalu atau sekitar tahun 550an Masehi.

Dampak Meniup Makanan

Ternyata larangan tersebut mengandung hikmah dalam ilmu pengetahuan yang baru diteliti di era kontemporer modern sekarang ini.

"Dilihat dari kedokteran juga, nafas yang keluar itu adalah nafas yang kotor. Nah itu yang kotor itu kita masukan ke dalam makanan, Subhanallah. Aturan dari nabi SAW dampaknya baik banget buat kita." - kata Syekh Fikri Thoriq

Diambil dari berbagai sumber, Asam karbonat (H2CO3) merupakan senyawa kimia yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan berpotensi menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu disarankan untuk tidak meniup makanan dan minuman panas.

Semakin tinggi kandungan asam karbonat dalam darah, maka akan semakin asam darahnya. Normalnya,  darah memiliki batasan kadar keasaman atau pH yakni 7,35 sampai 7,45. Jika kadar keasaman ini lebih tinggi dari pH normal, maka tubuh bisa berada dalam kondisi Asidosis.

Kondisi tersebut berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan gangguan jantung disertai nafas yang lebih cepat. Selain itu, ada bakteri hapylory yang menyebar melalui pernafasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung.

Tidak hanya itu, ada mikroorganisme yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran yang tidak terlihat mata bisa berpindah dari mulut seseorang ke makanan atau minuman.

"Memang, makanan dan minuman terlalu panas juga makruh juga. Ada hadits juga dari Nabi SAW, "Dinginkan makanan kalian, maka akan memberkahi kalian." - Syekh Fikri Thoriq

Intinya, dilarangnya kita meniup itu supaya menghindari kotoran masuk ke dalam makanannya.

Wallahu'alam.

***
Meniup-niup memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang, karena  dianggap mampu mendinginkan makanan atau minuman panas dengan cepat. Padahal dibalik dinginnya makanan tersebut terdapat sesuatu yang membahayakan bagi tubuh kita, sehingga alangkah baiknya untuk tidak membiarkan kebiasaan ini berlarut-larut. Terima kasih Jejak Muslim GTV yang sudah membahas hal ini sehingga kita bisa belajar memperbaiki diri lagi. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin.