Fakta Unik Pencak Silat di Asian Games 2018, No.10 Tercyduk!

Inspirasi - Kehadiran pencak silat di ajang Asian Games 2018 menjadi kebanggan tersendiri bagi negara kita Indonesia. Selain memang berasal dari Indonesia, pencak silat juga menjadi lumbung emas pada pesta olahraga kali ini.

Dan sekarang kita akan melihat seperti apa sih fakta unik tentang pencak silat di Asian Games yang jarang diketahui orang. Dan kenapa sampai cabang olahraga pencak silat ini disebut sebagai lumbung emas bagi Indonesia.

1. Pencak silat dipertandingkan di SEA Games sejak 1987

Pencak silat sendiri merupakan salah satu seni bela diri khas Indonesia. Dan secara formal, pencak silat sudah diakui sebagai olahraga sejak tahun 1948. Pencak silat juga sebenarnya bukan kali ini saja dipertandingkan, tapi juga sudah dipertandingkan sejak ajang SEA Games 1987.

2. Pencak silat sebagai lumbung emas

Fakta unik yang kedua adalah sebelum di Asian Games 2018 ini, sebenarnya cabang olahraga pencak silat sudah menjadi lumbung emas atau cabang olahraga potensial yang memiliki perolehan prestasi tertinggi kontingen Indonesia ketika berada di SEA Games 2017 di Malaysia.

Kenapa dibilang perolehan tertinggi? Karena kontingen Indonesia pada saat itu berhasil meraih 15 medali yang terbagi menjadi 2 emas, 4 perak dan 9 perunggu. Dengan jumlah medali sebanyak 15 ini sebenarnya berbeda tipis hanya terpaut 1 medali saja dengan tuan rumah Malaysia yang pada saat itu menyabet 16 medali.

3. Pencak silat cabang olahraga baru di Asian Games 2018

Hal menariknya lagi sebenarnya ada 10 cabang baru di perhelatan Asian Games 2018 dan pencak silat adalah salah satunya. Karena sangat-sangat potensial menjadi lumbung emas khususnya bagi negara kita Indonesia, dengan itu Indonesia tahun ini menggunakan haknya untuk memasukan pencak silat sebagai cabang olahraga baru di Asian Games 2018 (non-olimpiade).

4. Diikuti 167 atlet dari 16 negara

Mungkin selama ini kita mengira pencak silat ini lebih populer di Indonesia atau di asia tenggara saja, tapi ternyata dari 167 atlet yang bertanding di ajang Asian Games tidak hanya diikuti negara-negara dari kawasan asia tenggara saja.

Ada juga Jepang, Iran, Uzbekistan, Pakistan dan juga mengirimkan atletnya untuk ikut ke dalam pertandingan pencak silat.

Indonesia sendiri mengirimkan sebanyak 22 atletnya atau sekitar 13% dari total keseluruhan atlet pencak silat di ajang Asian Games 2018. Ke-22 atlet tersebut berada dibawah bimbingan/asuhan 7 pelatih pencak silat yang hebat.

5. Pencak silat memiliki 2 kategori

Pada cabang olahraga pencak silat itu secara garis besar terbagi menjadi 2 kategori yakni kategori tanding dan kategori seni. Walau memiliki 2 kategori tapi keduanya sama-sama memiliki nomor tunggal, ganda dan regu (TGR).

6. Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi

Negara apapun yang ikut dalam cabang olahraga pencak silat ini diwajibkan untuk menggunakan bahasa Indonesia. Karena dalam pencak silat ada istilah lazim digunakan seperti bersedia, mulai, berhenti, pasang, pukul, tendang, banting, gunting.

7. Berat badan yang diperbolehkan mengikuti cabor pencak silat

Untuk atlet yang mau mengikuti cabang olahraga ini harus memiliki berat badan minimal 45 kg - maksimal 95 kg. Peraturan ini berlaku untuk laki-laki maupun perempuan.

8. Ada sejoli yang mengawinkan emas

Keunikan selanjutnya di pencak silat Asian Games 2018 ini adanya dua sejoli bernama Hanifan Yudani Kusumah-Pipiet Kamelia yang berhasil mendapatkan medali emas. Sejoli ini baru saja 5 bulan menikah atas saran sang pelatih dan sepertinya mereka belum sempat berbulan madu untuk fokus Asian Games.

9. Jumlah medali emas terbanyak, diluar ekspektasi

Disinilah pencak silat benar-benar menjadi lumbung emas yang potensial. Awalnya Menpora hanya menargetkan 4 medali emas untuk pencak silat di Asian Games tahun ini. Tapi siapa sangka, tekad dan semangat para atlet sangatlah besar.

Dengan kemampuan mumpuni, para atlet pencak silat Indonesia berhasil mendobrak target tersebut dengan meraih 15 medali yakni 14 medali emas dan 1 medali perunggu. 

Wow! Sungguh pencapaian yang luar biasa, diluar ekspektasi!

FYI, saat ini pencak silat masih menjadi cabang olahraga non-olimpiade tapi hingga kini Menpora tetap berusaha agar bela diri khas Indonesia ini bisa dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Kita do'akan saja supaya bisa terealisasi dan menjadi lumbung emas lagi untuk Indonesia.

10. Pencak silat mempersatukan kita

Siapa yang belum melihat momen super langka yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dan menjadi fakta unik penutup kali ini. Seperti pada foto yang memperlihatkan dua orang penting yang saling merangkul dan ditengahi oleh Hanifan, atlet pencak silat yang berhasil mengalahkan pesilat Vietnam.

Kami setuju dengan alasan Hanifan melakukan hal tersebut, alasannya seperti ini:

Sensasinya terharu. Pertama-tama, kenapa saya harus mempererat seperti itu, karena Indonesia harus saling menghargai karena banyak di sosmed kan saling mencerca Prabowo-Jokowi. Tapi sisi lain tidak seperti itu, makanya dengan pencak silat (sebagai) budaya bangsa Indonesia, saya mempererat silaturahmi kita. Hanifan

-
Semoga informasi ini tidak hanya menjadi sebatas informasi yang anda dapat dan anda cermati. Tapi semoga bisa mendorong kita semua untuk mempelajari pencak silat, seni bela diri khas Indonesia yang mempersatukan Indonesia. Share it!
Help us rate this article:

Register your email for free!

We really appreciate your sincerity to subscribe to our website, on that basis we will keep your email well

Comment Policy : Don't hesitate to comment, comment according to the theme of the article. We are very happy to see you. Have a nice day.
Leave a comment