Gempa Lombok - Minggu 5 Agustus kemarin, duka kembali menyelimuti Indonesia setelah gempa besar berkekuatan 7 Magnitudo meluluhlantahkan pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 19.46 WIT ini berada di kedalaman 15 KM.

Selain berpotensi tsunami yang akhirnya peringatan tersebut dicabut pada malam harinya, gempa ini menewaskan ratusan orang dan menghancurkan puluhan ribu bangunan.

Bagaimana kondisi update gempa yang kini telah ditinggalkan warganya, dan mengapa gempa di Lombok terjadi berkali-kali.

Dan inilah fakta-fakta unik gempa yang terjadi di Lombok

1. Pusat Gempa di darat, namun terjadi Tsunami dengan ketinggian 10-13 CM

Ditengah kondisi panik dan sedih akibat masifnya kerusakan dan banyaknya korban yang tewas serta luka-luka, sempat terjadi kesimpangsiuran tentang gempa Lombok dan hubungannya dengan Tsunami.

Kabar resmi dari BMKG yang mengatakan jika pusat gempa berada di darat, cukup membuat sebagian orang lega. Bahkan menurut BMKG, gempa 7 Magnitudo inipun terjadi dikedalaman yang cukup dangkal yakni 15 KM di bawah permukaan tanah.

Faktanya walau berpusat di daratan, gempa bumi berkekuatan besar di Lombok ini menyebabkan adanya potensi Tsunami. Pihak BMKG pun sempat mengeluarkan peringatan tentang Tsunami sesaat setelah terjadinya gempa.

Dan benar saja, menurut data BMKG Tsunami terjadi di wilayah NTB meski dengan gelombang ketinggian 10-13 CM.

Gempa terjadi di koordinat 8,37 derajat lintang selatan dan 116,48 derajat bujur timur atau pada lereng utara timur laut gunung Rinjani pada jarak 18 kilometer arah barat laut kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

2. Perubahan kondisi tanah


Akibat gempa di Lombok, ada fenomena menarik yang terjadi di desa Selengen, Kec. Kayangan, Lombok Utara. Tanah di daerah itu ada yang asalnya kaku berubah menjadi gembur dan muncul lumpur.

Dan hal ini adalah salah satu penyebab bangunan roboh karena tanah yang menjadi tak stabil dan pondasi patah.

Fenomena alam ini disebut Likuifaksi

3. Gempa terbesar di Lombok


Benarkan kali ini adalah gempa yang terbesar di Lombok?

Gempa yang terjadi pada 5 Agustus 2018 ternyata menjadi bencana alam gempa terbesar yang pernah melanda pulau tersebut. Dalam catatan sejarah dari bidang informasi gempa bumi dan peringatan dini Tsunami BMKG, setidaknya ada 7 bencana gempa besar yang terjadi di Lombok.

Gempa-gempa tersebut terjadi pada

  • 25 Juli 1856
  • 10 April 1978
  • 21 Mei 1979
  • 30 Mei 1979
  • 1 Januari 2000
  • 22 Juni 2013
Besar kekuatan gempanya berkisar 5,4 - 6,7 SR.

Gempa terbesar sebelumnya terjadi pada 10 April 1978 dengan kekuatan 6,7 SR

4. Kerusakan akibat gempa di Lombok


Beberapa kali gempa yang terjadi di Lombok dalam selang waktu hampir 2 minggu, membuat sedikitnya 67.000 rumah rusak parah. Akibatnya banyak warga yang kehilangan tempat tinggal akhirnya mengungsi. Bahkan diperkirakan saat ini pengungsi mencapai 430 ribu lebih, namun jumlah in seiring waktu bisa bertambah banyak karena seringnya gempa susulan yang terjadi di wilayah Lombok.

Kendati demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana belum akan menetapkan musibah tersebut sebagai bencana nasional.

Pasalnya status bencana nasional akan ditetapkan apabila pemerintahan yang daerahnya tertimpa musibah lumpuh total.

Bencana nasional ditetapkan jika korban banyak, daerahnya luas dan aparat pemerintah daerah lumpuh total sehingga fungsi-fungsi kepemerintahan tidak berjalan.

5. Korban meninggal gempa Lombok lebih dari 515 orang


Besarnya guncangan gempa yang terjadi di Lombok menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, hingga selasa 21 Agustus 2018, korban meninggal dunia sudah mencapai 515 orang. Jumlah inipun bisa terus bertambah karena proses evakuasi terhadap korban yang dilakukan satuan tugas bencana Lombok masih terus berjalan.

Dari total jumlah tersebut, Lombok Utara merupakan lokasi dengan jumlah korban meninggal dunia paling banyak yakni sekitar 515 orang dan korban luka-luka 7.145. Sementara jumlah pengungsi mencapai 431.416.

6. Relawan PMI gugur saat bantu korban gempa Lombok


Seorang relawan Palang Merah Indonesia bernama Zulhadi gugur saat membantu korban gempa Lombok pada kamis siang 9 Agustus 2018. Tewasnya relawan PMI yang sudah mengabdi selama 15 tahun itu karena terjatuh dari truk yang mengangkut logistik untuk korban gempa di Lombok Utara.

Gempa 6,2 Magnitudo yang menyerang wilayah Lombok membuat truk oleng sehingga korban terjatuh. Korban yang tak sadarkan diri, lalu diperiksa tim puskesmas yang kemudian dirujuk Rumah Sakit Umum kota Mataram. Dan saat perjalanan menuju Rumah Sakit itulah, Zulhadi menghembuskan nafas terakhirnya.

Rute yang ditempuh saat itu adalah melalui jalur senggigi yang berkelok-kelok

7. "Desa Hantu" pasca gempa


Sejak gempa pertama yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 29 Juli 2018 lalu, diperkirakan lebih dari 75% bangunan menjadi rusak atau roboh di wilayah Lombok Utara. Akibatnya lebih dari 270 ribu orang pergi dari tempat tinggalnya dan memutuskan mengungsi ditempat yang lebih aman.

Kondisi yang terjadi di Lombok ini mengakibatkan kota/desa yang ditinggalkan menjadi kosong, bahkan aliran listrik yang terputus dibeberapa wilayah membuat wilayah tersebut menjadi kota/desa hantu karena tak lagi berpenghuni.

Meski rumahnya tidak rusak atau roboh, banyak warga mengungsi karena takut gempa susulan yang masih sering terjadi.

8. Seluruh warganya dievakuasi, 3 gili menjadi lengang mirip pulau mati


Gempa bumi berkekuatan 7 Magnitudo yang mengguncang Lombok memang memporakporandakan sejumlah kawasan, tak terkecuali Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Banyak hotel dan fasilitas lainnya rusak berat bahkan hancur akibat guncangan gempa tersebut. Dan karena itulah ribuan wisatawan dan warga di wilayah 3 Gili itu akhirnya mengungsi.

Menurut data Basarnas, sekitar 8.381 orang termasuk turis asing sudah meninggalkan pulau-pulau tersebut.

Evakuasi yang dilakukan dengan menggunakan 13 kapal Basarnas membuat ketiga pulau tersebut layaknya kota atau pulau mati. Pasalnya, hanya ada beberapa orang yang tinggal disana untuk menjaga hotel dan resort.

9. Lombok yang diapit oleh 2 "Generator" gempa


Bukan tanpa alasan mengapa terjadi gempa besar di Lombok, ternyata posisi Lombok sendiri berada diantara 2 "generator" gempa yang berasal dari selatan dan utara.

Di selatan terdapat zona subdiksi lempeng Indo-Australia yang menghujam ke bawah pulau Lombok.

Di utara ada struktur geologi bernama "Sesar Naik Flores" atau patahan Flores.

Dalam peta aktivitas kegempaan (seismisitas), tampak seluruh pulau Lombok dengan banyak sebaran titik episenter yang artinya memang banyak aktivitas gempa. Meskipun kedalaman hiposenter dan Magnitudonya bervariasi, namun tampak jelas wilayah Lombok memang aktif gempa yang bersumber dari subduksi lempeng, sesar naik flores dan sesar lokal di pulau Lombok dan sekitarnya.

Patahan Flores pernah menyebabkan gempa yang menimbulkan Tsunami di wilayah Flores, NTT, pada 12 Desember 1992, menewaskan 2.100 orang.

Patahan Flores juga yang disinyalir menyebabkan gempa besar di Bali pada 21 Januari 1917, yang menewaskan 1.500 oran.

10. Potensi Gempa Susulan


Pasca gempa bermagnitudo 7, tercatat sudah lebih dari 450 gempa susulan terjadi di Nusa Tenggara Barat hingga jumat 10 Agustus 2018. Yang paling besar adalah gempa pada kamis siang 9 Agustus bermagnitudo 6,2.

Tak sekedar membuat panik, gempa susulan itupun mengakibatkan sedikitnya 20 orang terluka serta bangunan rusak dan roboh.

Dengan banyaknya gempa susulan, begini penjelasan dari BMKG:

Jadi gempa susulan itu sebenarnya merupakan proses untuk kembalinya batuan pada posisi semula. Kalau gempa utama itukan karena adanya aktivitas patahan naik flores. Karena terjadi dislokasi atau pahat patahan yang besar sampai jadi gempa, maka untuk kembali pada posisi semula itu..batuan yang ada itu mengalami retakan-retakan lagi.
Jadi proses rebound, proses pada membalik pada posisi semula, itu yang menyebabkan ada gempa-gempa kecil yang saat ini masih berlangsung.
Jadi semakin besar gempa utama,
ia akan semakin banyak gempa susulannya.Dr. Daryono, S.Si, M.Si (BMKG)

Lalu kira-kira sampai kapankah gempa susulan di Lombok ini akan terjadi?

Jadi kalau kita hitung berdasarkan data terakhir, itu kita menghitung ada sebuah estimasi sekitar 4 bulan ke depan. Tetapi ini akan terus kita update dan jika terjadi gempa signifikan itu akan menambah panjang lagi.Dr. Daryono, S.Si, M.Si (BMKG)

Pusat gempa susulan 6,2 Magnitudo berada di kedalaman 12 kilometer, di sekitar kaki gunung Rinjani sebelah barat.

Dan itulah fakta-fakta seputar gempa Lombok. Jika dilihat secara geologi, tak hanya Lombok namun berbagai wilayah di Indonesia itu sangat berpotensi untuk terjadi gempa bumi. Hal ini dikarenakan posisinya berada dipertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasific.

Jadi sudah seharusnya berbagai pihak bisa melakukan hal untuk mengantisipasi bencana gempa yang mungkin terjadi di masa depan.
By