Teknologi -  Trend smartphone yang sering berubah-ubah membuat para produsen smartphone tampaknya kembali melirik peluang pasar ponsel gaming di Indonesia. Setelah Razer phone yang lebih dulu meluncur pada akhir tahun lalu, kemudian disusul oleh Xiaomi Black Shark dan juga Nubia phone yang kurang populer di Indonesia.

Tapi seperti apa sih sebenarnya perkembangan ponsel gaming di Indonesia pada saat ini?

Perkembangan ponsel gaming di Indonesia sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak saya duduk di kelas 4 Sekolah Dasar, kira-kira akhir 2004 silam saat nokia meluncurkan 2 seri N-Gage, Classic dan QD. Namun karena banyaknya game bajakan yang beredar, Nokia pun harus mengalami kerugian.

Kini perkembangan ponsel gaming kembali hadir di Indonesia pada segmen harga menengah. Dan untuk memulai tahun ini ada Asus yang mengeluarkan seri Max Pro M1 setelah sebelumnya Oppo mengeluarkan F5.

Kalau di segmen premium, Asus meluncurkan tipe ROG Phone guna menyaingi Razer phone & Xiaomi Black Shark yang lebih dulu terkenal dikalangan gamers di seluruh dunia. Adapun beberapa faktor penting yang mempengaruhi perkembangan ponsel gaming ini sendiri, antara lain:

Ponsel Gaming & Pengembang Game


Faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan ponsel gaming didasari oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Sepertinya begini, kalau sebelumnya gaming itu identik dengan PC atau Konsol, sementara saat ini seiring dengan perkembangan teknologi smartphone yang semakin mumpuni, membuat smartphone dapat mendukung performa yang mumpuni juga untuk mengeksekusi performa gaming di smartphone itu sendiri.

Jadi, karena dari segi device yang mumpuni dan dari segi developer game yang semakin kreatif, sehingga pada akhirnya game-game yang selama ini dinilai memiliki performa tinggi sedikit banyak ada yang diadopsi di smartphone.

Seperti misalnya, game yang berbentuk MOBA seperti Mobile Legend dan AOV atau game Battle Royal serpeti PUBG dan Free Fire.

Sekarang game-game seperti itu sudah bisa di eksekusi dengan sangat baik di smartphone, yang kemudian ini mendorong dari sisi trend di konsumennya.

Baca: 5 Game Olahraga Terbaik untuk Android

Ekosistem Game Berkembang


Faktor pendorong selanjutnya ada pada poin meningkatnya trend game MOBA di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Ekosistem game MOBA di tanah air memang menunjukan perkembangan yang luar biasa.

Data dari situs e-Sports International NewZoo menyebutkan, Indonesia memiliki 43,7 juta pemain game. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan pemain game profesional. Angka ini menunjukan potensi pasar gaming phone yang cukup besar di Indonesia.
Bagi para pemain game profesional, kehadiran gaming phone mampu menunjang aktivitas gaming mereka.

Kelebihan dari gaming phone saat ini adalah game boosternya, game booster itu bisa mendukung semua game. Bisa mendukung 120 fps dengan resolusi tinggi 1080p. Kalau kita mau daya yang lebih besar lagi, bisa juga di set 120fps resolusi 1440p, CPU 2,36 GHz.

Jadi pengguna bisa bebas mengatur performa dan kualitas ponselnya dan kalau dikurangi, itu bisa mengoptimalkan baterai dan segala macamnya.

Selain bisa setting performa, gaming phone juga dibekali dengan fitur "Do not disturb". Fitur ini secara otomatis akan memblokir atau mengesampingkan semua notifikasi.

Misalkan ada ada yang menelpon kita, maka tampilan "panggilan masuk"-nya tidak akan sampai menutupi layar ponsel kita, sehingga kita bisa fokus untuk memenangkan permainan.

Momentum


Sebagai tambahan, faktor pendorong terakhir dan hanya ada di Indonesia adalah periode Ramadhan dan lebaran. Identik dengan THR dan masa libur panjang, Ramadhan dan lebaran selalu menjadi musim puncak penjualan ponsel di Indonesia, karena permintaan tinggi, para produsen berlomba-lomba untuk memperkenalkan seri terbarunya termasuk seri gaming phone yang bikin saya ngiler.

Demikian beberapa poin yang bisa saya sampaikan, namun dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ponsel gaming memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dan jangan kaget kalau beberapa tahun kemudian Indonesia akan berprestasi di bidang eSports Internasional.

Bagaimana menurut anda?
By