Teknologi - Laptop mati total, kok bisa? Efisien terhadap ruang dan waktu menjadi kelebihan utama yang disajikan laptop sejak awal kemunculannya. Tingginya minat konsumen terhadap laptop, membuat para produsen lebih giat meluncurkan laptop berspesifikasi tinggi demi memenuhi kebutuhan calon penggunanya.

Terlepas dari merk apa yang terbaik, laptop memang menawarkan kemampuan yang bahkan sebanding dengan komputer personal pada umumnya yang memiliki ukuran lebih besar.

Dengan laptop, mengerjakan tugas sekolah, pekerjaan hingga bermain game berjam-jam bisa dilakukan dimana saja, lebih fleksibel.

Walau memiliki segudang kelebihan yang dapat memberikan kesenangan dan kemudahan, laptop juga sama dengan perangkat elektronik lainnya yang membutuhkan perawatan untuk menjaga kesehatannya tetap prima.

Penggunaan yang berlebihan secara terus-menerus dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan komponen penting pada laptop itu sendiri. Kerusakannya pun beragam mulai dari yang ringan hingga yang berat, dan yang ditakutkan hampir semua orang yaitu matot a.k.a mati total.

Laptop mati total itu sangat tidak menyenangkan dan berpotensi menurunkan produktivitas secara signifikan. Apalagi ketika Anda hendak mengerjakan pekerjaan penting di laptop anda, bukannya laptop yang nyala malah pusing yang ada.

Tapi tenang, kali ini saya akan menyampaikan poin-poin penting apa saja penyebab laptop mati total, yang mana ini sangat penting untuk dipelajari agar Anda lebih siap mengantisipasi kemungkinan dompet Anda terkuras di tempat service komputer dikarenakan laptop Anda mati total.

Baca juga: Review MSI GeForce GTX 1050, 2GB DDR5

1. Masalah Pada Baterai Laptop Mati Total


Kalau anda hanya mengandalkan baterai sebagai sumber daya utama laptop anda, kemungkinan baterai mengalami kehabisan daya. Tapi setelah anda hubungkan laptop dengan adaptor listrik, masih tidak mau menyala.
  • Coba tunggu beberapa saat sampai baterai terisi beberapa persen sebelum menghidupkannya, karena baterai yang habis total dayanya membutuhkan beberapa waktu untuk mengisi ulang kembali daya baterai yang sempat hilang.
  • Jika setelah menunggu, laptop masih tidak mau menyala, cobalah melepas baterai.
  • Jika setelah baterai dilepas, laptop berhasil menyala, berarti kerusakan ada pada baterai atau konektor baterainya.

2. Masalah Pada Adaptor Charger


Cek pasokan listrik anda, pastikan energi listrik mengalir dengan sempurna.
Karena laptop biasanya tidak menggunakan stabilizer, silahkan anda bisa langsung cek lampu indikator pada adaptor / charger menyala atau tidak.

Periksa juga sambungan kabelnya, apakah colokan tersambung secara sempurna, apakah fisik kabel dalam kondisi baik tidak ada yang terkelupas. Seringkali terjadi putus sambungan (kabel power bermasalah) karena pemakaian yang kurang hati-hati.

3. Masalah Pada DC Connector


Apabila adaptor ternyata dalam kondisi baik tapi lampu indikatornya mati, bisa jadi kerusakan ada pada DC connector. Socket yang rusak menyebabkan aliran listrik yang tidak mengalir secara sempurna ke seluruh komponen laptop, sehingga laptop tidak bisa menyala bahkan bateraipun tidak akan terisi.

Penggunaan DC Connector yang sering dilepas-tancap dengan posisi yang tidak pas dapat menyebabkan dudukan DC power jack sering goyang dan menjadi longgar.

4. Masalah Pada IC Power


Tegangan listrik yang tidak stabil rentan menyebabkan kerusakan pada komponen elektronik terutama pada bagian power. IC Power yang terdapat pada rangkaian motherboard berfungsi sebagai gerbang utama power dari baterai maupun adaptor laptop sebelum mengalirkan listrik ke komponen lain.

Kerusakan ini menyebabkan listrik akan terhambat dan tidak bisa menyebar energi ke setiap komponen dalam laptop.

5. Masalah Pada RAM


RAM yang berfungsi sebagai tempat penyimpan data sementara dari aplikasi yang sedang dijalankan, patut dicurigai apabila lampu indikator menyala, kipas dan mesin tampak berjalan dengan baik tapi layar tidak menampilkan apapun.

Kerusakan komponen RAM ini sendiri menyebabkan gagalnya proses pengolahan data yang akan ditampilkan pada layar, sehingga layar menjadi blank dan seolah laptop masuk ke dalam kondisi laptop mati total.

Pemakaian memori yang melebihi kapasitas, komponen kotor, listrik yang tidak stabil disinyalir menjadi faktor utama penyebab RAM laptop cepat rusak.

6. Masalah Pada Processor


Processor biasanya diibaratkan sebagai otaknya komputer dan laptop. Jadi ketika processor mengalami kerusakan, dia kehilangan kontrol dan tidak mampu memberikan perintah pada komponen lain untuk bekerja masksimal.

Kebanyakan processor rusak karena overheating, dan penyebab overheating ini beragam mulai dari pasta processor (iso thermal) yang kering, fan dan heatsink processor yang kotor, hingga ketidakseimbangan antara processor dan RAM.

7. Masalah pada Motherboard


Motherboard atau mainboard dan kini sering disebut MOBO memiliki peran sebagai komponen induk yang menjadi tempat utama untuk menghubungkan komponen satu dengan komponen lainnya agar menjadi satu kesatuan. Kerusakan pada MOBO sering ditandai dengan bunyi adanya "bip..bip..bip..bip" atau "biiiiiiiiiiiiiip", bunyi yang sangat mengganggu telinga.

Walau MOBO termasuk komponen yang jarang mengalami kerusakan, namun Anda harus tetap mewaspadai penyebab-penyebabnya, antara lain:
  • Overheating pada komponen CPU
  • IC komponen terbakar
  • Suplai listrik tidak stabil
  • Overclocking pada komponen CPU
  • Virus
Lebih baik mencegah daripada mengobati, kali ini saya ingin mengajak Anda untuk lebih peduli terhadap barang di sekitar kita apalagi barang tersebut sering dipakai. Mari mulai dari hal sederhana, dengan menjaga kebersihan laptop agar lebih terawat dan awet. Mohon maaf jika ada penjelasan yang kurang tepat (mohon masukannya), karena saya masih pemula dan akan terus belajar.