Inspirasi - Bagi para penganut agama, Surga diyakini sebagai tempat istimewa yang dijanjikan Tuhan untuk manusia yang suka berbuat kebajikan sesuai ajaran agama semasa hidupnya. Tempat dimana kita akan mendapatkan kesenangan yang haqiqi sesuai keinginan kita.

Namun dalam penjelasan yang mendalam, terdapat perbedaan definisi surga itu sendiri.

Berikut ini perbedaan surga menurut 5 agama:

1. AL JANNAH - ISLAM


Al Jannah banyak dijelaskan dalam Al-Qur'an maupun Hadits Rasulullah SAW, diantaranya:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa". QS. Ali Imran: 133.

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya". QS. Al-Baqarah: 25.

Rasulullah SAW juga pernah mengutip firman Allah SWT dalam Hadits Qudsi:

"Aku telah menyiapkan bagi hamba-Ku yang shaleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbesit dalam benak seseorang."

Hal ini berarti, gambaran visual tentang bentuk surga akan sangat jauh lebih indah dibandingkan dengan bayangan atau ilustrasi yang kita pikirkan selama ini, walaupun memang banyak keterangan yang menyebutkan bahwa penghuni surga akan mendapatkan kesenangan yang luar biasa seperti misalnya, rumah atau istana yang terbuat dari emas, bidadari, aneka makanan dan minuman dan apapun yang diinginkannya.

"...dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya." QS. az-Zukhruf: 71.

Dalam agama Islam terdapat beberapa nama dan tingkatan surga yang masing-masing akan diberikan sesuai dengan tingakatan ketaqwaannya. Namun bagi mereka yang mempunyai anak yang shaleh yang sering mendoakan ketika di dunia, kelak mereka akan dipertemukan dan dikumpulkan oleh Allah SWT walaupun tidak sama derajatnya.

Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an:

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." QS. At-Thur: 21.

2. HEAVEN - KRISTEN


Tujuan akhir kehidupan menurut agama Kristen hampir mirip dengan tujuan hidup agama yahudi, yaitu dengan adanya kerajaan Allah dibumi dan Yesus Kristus adalah kepala kejaraan tersebut.

Heaven (Kerajaan Surga) adalah kehidupan kekal yang dijanjikan Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan ia akan menjadi Allah mereka." Wahyu 21:3.

Istilah mereka yang dipakai oleh penulis Alkitab menunjuk pada tempat yang kudus, tempat dimana Allah berada saat ini.

Kehidupan kekal, ciptaan yang sempurna, tempat dimana Allah menghendaki untuk tinggal secara permanen dengan umatnya dan tidak akan ada lagi pemisahan antara Allah dan manusia.

Orang-orang beriman sendiri akan hidup dengan kemuliaan, dibangkitkan dengan tubuh yang baru, tidak akan ada penyakit, tidak ada kematian dan tidak ada air mata.

3. SWARGA - HINDU


Menurut agama Hindu SWARGA berasal dari kata "SWAR-GA"

  • SWAR = Cahaya
  • GA = Pergi ( "GO" dalam B. Inggris)

Dengan demikian SWARGA dapat diartikan "Pergi menuju cahaya".

Mengutip dari Wedha dan Upanisad, dijelaskan bahwa surga adalah dunia ke-3 yang penuh cahaya.

Dimana cahaya matahari, bulan dan bintang tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan cahaya yang dipancarkan surga.

Surga dalam agama Hindu merupakan suatu tempat sementara bagi jiwa yang penuh dengan pahala, namun belum cukup suci untuk mencapai Moksa.

Setelah menikmati surga sesuai dengan pahala yang dimilikinya, jiwa tersebut akan kembali menjalani proses Reinkarnasi untuk mencapai kesucian jiwa dan mencapai Moksa.

Moksa sendiri diartikan sebagai kebebasan dari ikatan duniawi dan perputaran reinkarnasi.

Kesimpulannya surga adalah kesenangan sementara, sedangkan kebahagiaan yang sejati adalah Moksa, dimana bersatunya ATMAN (jiwa) & BRAHMAN (bersifat kekal).

4. ALAM BAHAGIA - BUDHA


Di dalam agama Budha, alam Surga disebut juga dengan alam Kebahagiaan yang keberadaannya ada di dunia ini bukan di suatu tempat yang ada di luar dunia.

Juga disebutkan ada:

  • 6 Tingkat Alam Surga
  • 16 Tingkat Alam Brahma
  • 4 Tingkat Alam Arupa

Yang mana kesemuanya itu merupakan alam yang dapat dicapai seseorang dengan bekal perbuatan baiknya selama menjadi manusia, terlepas dari apapun agama yang diikutinya.

Sedangkan alam Brahma & Arupa, bukan hanya dicapai dengan melakukan kebajikan melainkan dengan latihan meditasi.

Seseorang yang melakukan meditasi sehingga ia mampu menjadi Rupa Jhana & Arupa Jhana.

Maka setelah meninggal dunia ia akan terlahir di alam Brahma tersebut.

Tujuan akhir manusia menurut Budha adalah Nirwana yang berasal dari bahasa Sanskerta (Nibbana).

Kata ini sebenarnya berarti "Pemadaman".

Namun dalam pengertian yang lebih dalam, Nibbana diartikan sebagai kebahagiaan yang tertinggi atau suatu keadaan kebahagiaan abadi yang luar biasa.

Dan bagi mereka yang berhasil mencapai nirwana selama hidup mereka, dipercaya mencapai nirwana selama hidup mereka melalui asketisme yang intens, doa, dan keyakinan yang kuat akan diganjar dengan "nirwana akhir" setelah kematian.

Nibbana bukanlah suatu tempat, Nibbana bukanlah suatu ketiadaan atau kepunahan dan Nibbana bukanlah suatu surga. Bahkan tidak ada kata yang cocok untuk menjelaskan nibana ini.

"Nibanna bukanlah suatu tempat Oh Raja. Tetapi Nibbana ada sebagaimana api ada. Meskipun api itu tidak disimpan di suatu tempat tertentu." Kitab Milinda Panha.

Demikian penjelasan perbedaan yang dapat kami sampaikan tentang perbedaan definisi Surga menurut beberapa agama terbesar di Indonesia, semoga dapat membuka mata kita agar lebih terbuka terhadap perbedaan-perbedaan diantara umat beragama.
By