Ustadz Abdul Somad - 30 Fatwa Seputar Ramadhan, #4 Niat Puasa Setelah Fajar, SAH?

Niat Puasa


Pertanyaan:
Saya lupa berniat puasa pada waktu malam. Kemudian saya teringat setelah fajar bahwa saya belum berniat. Apakah puasa saya sah?

Jawaban:
Niat merupakan sesuatu yang mesti ada dalam puasa, puasa tidak sah tanpa adanya niat. Mayoritas ulama mensyaratkan agar setiap hari mesti berniat puasa, sebagian ulama mencukupkan satu niat saja pada awal malam bulan Ramadhan untuk niat satu bulan secara keseluruhan.

Waktu berniat adalah sejak tenggelam matahari hingga terbit fajar.

Jika seseorang berniat melaksanakan puasa di malam hari, maka niat itu sudah cukup, ia boleh makan atau minum setelah berniat, selama sebelum fajar.

Imam Ahmad, Abu Daud, an-Nasa'i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Siapa yang tidak menggabungkan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya".

Tidak disyaratkan melafalkan niat, karena tempat niat itu di hati. Jika seseorang sudah bertekad di dalam hatinya untuk melaksanakan puasa, maka itu sudah cukup.

Meskipun hanya sekedar bangun pada waktu sahur dan berniat akan melaksanakan puasa, itu sudah cukup, atau minum agar tidak merasakan haus pada siang hari, maka niat itu sudah cukup.

Siapa yang tidak melakukan itu pada malam, maka puasanya tidak sah, ia mesti meng-qadha' puasanya.

Ini berlaku pada puasa Ramadhan.

Sedangkan puasa sunnat, niatnya sah dilakukan pada waktu siang hari sebelum zawal (matahari tergelincir)

Fatawa al-Azhar, juz. IX, hal. 266 [Maktabah Syamilah].
Fatwa Syekh 'Athiyyah Shaqar.
Help us rate this article:

Register your email for free!

We really appreciate your sincerity to subscribe to our website, on that basis we will keep your email well

Comment Policy : Don't hesitate to comment, comment according to the theme of the article. We are very happy to see you. Have a nice day.
Leave a comment